Rintangan Dalam Mendidik Anak

Anak-anak seringkali mengalami perubahan emosional yang intens. Sebagai orang tua, penting bagi kita untuk dapat mengenali dan memahami emosi anak

Pendidikan237 Views

NURULJANNAH.OR.ID – Tidak jarang kita temui berbagai keluhan orang tua dalam menghadapai rintangan dalam mendidik anak. Masih saja mereka mengeluh bagaimana cara memberikan pendidikan anak yang sesuai dengan keinginan orang tua yang baik. Terutama mendidik anak supaya memiliki akal yang sehat serta budi pekerti yang benar, dalam islam di katakan sebagai Ahlak.

Pendidikan anak merupakan proses yang kompleks dan penting dalam perkembangan mereka. Namun, dalam menghadapi tugas ini, sering kali kita menghadapi berbagai rintangan yang dapat mempengaruhi upaya mendidik anak dengan efektif. Artikel ini akan membahas beberapa rintangan umum yang dihadapi dalam mendidik anak dan memberikan saran untuk mengatasinya.

Wahai orang tua, kita semua di ciptakan Allah Subhaanahu wa ta’ala membawa risalah yang harus disebarluaskan ke masyarakat umum atau paling kecil dalam ruang lingkup keluarga.

Apa risalah yang di emban oleh setiap manusia, risalah tersebut adalah berdakwah dan menebar kebaikan serta memberikan conti yang baik sesuai dengan tuntunan dalam islam. Namun terkadang kita lupa untuk menjalankan risalah tersebut, kita semua terkadang sibuk dengan urusan duniawi semata, Padahal sudah jelas dikatakan dalam al-quran bahwa “kehidupan dunia itu hanyalah sendau gurau semata.”

Sebagian manusia tidak pernah berfikir dalam surah tersebut memiliki kandungan yang sangat luas dan ketika kita nikmtai bahasa tersebut, maka sesungguhnya hati akan menjadi tenang.

Baca juga: Perbedaan Zakat dan Pajak

Namun tidak jarang manusia yang di ciptakan justru lalai dalam menjalankan tugas mulia ini, dan lebih mementingkan kehidupan duniawi daripada kehidupan kelak.

Manusia justru fokus ke alam dunia dan mengejar harta, mengejar popularitas, mengejar keakuan dan melupakan tanggungjawab besar terhadap janji setia kepada sang maha memberi hidup.

Rintangan Dalam Mendidik Anak

Anak-anak seringkali mengalami perubahan emosional yang intens. Sebagai orang tua, penting bagi kita untuk dapat mengenali dan memahami emosi anak. Dengan memperhatikan perubahan perilaku dan berkomunikasi dengan mereka, kita dapat membantu mereka mengelola emosi dengan lebih baik.

Berkaitan dengan akhlak yang baik, Imam Syafi’i berkata:

”Jagalah dirimu dan hiasilah dirimu dengan akhlak dan budi pekerti yang mulia! Niscaya engkau akan hidup sejahtera dan tutur kata orang-orang terhadapmu akan menjadi indah.

Janganlah memusuhi manusia, kecuali dengan sikap ramah! Niscaya akan ada yang menolongmu dan banyak sahabat akan mengasihimu. Di antara tanda-tanda benar dalam ukhuwah ialah menerima kritikan teman, menutupi aib teman, dan mengampuni kesalahannya.”

Yaqut al-Hamawiy berkata bahwa pada suatu hari ada seorang yang datang kepada Imam Syafi’i. Ia membawa lembaran yang tertulis,

”Tanyakanlah kepada Imam Syafi’i, sang Mufti Makkah dari keturunan Hasyim, ’Apakah yang dia lakukan ketika sedang sangat marah kepada seseorang.’

Imam Syafi‘i lalu menuliskan sesuatu di bawah pertanyaan itu,

’Tekanlah nafsunya, kendalikan amarahnya, dan hendaklah bersabar dalam menghadapi setiap persoalan.’

Pembawa lembaran itu kemudian datang kembali sambil membawa tulisan yang baru sebagai jawaban fatwa Imam Syafi‘i,

’Bagaimana mungkin dia dapat menekan nafsunya pada saat nafsu itu telah menjadi pembunuh dan setiap hari ada saja halangan yang merintanginya.’

Imam Syafi‘i menjawab lagi,

’Jika dia tidak mau bersabar atas derita yang menimpanya, tidak ada jalan lain baginya, kecuali hidup berhiaskan tanah.’”

Kemerosotan akhlak tidak dapat dicarikan alasan dengan menyatakan bahwa hal itu karena pelaksanaan pendidikan di sekolah yang kurang berhasil.

Mengapa? Sebab, kemerosotan akhlak bangsa disebabkan oleh banyak faktor, seperti pengaruh globalisasi, teknologi, krisis ekonomi, sosial, politik, budaya, dan lain-lain.

Misalnya, karena terjadinya krisis ekonomi menyebabkan banyak orang sulit mencari sesuap nasi. Akhirnya, mereka nekat mencuri, menipu, memeras, merampok, melacur, dan lain-lain.

Contoh lain, karena pengaruh globalisasi, orang ingin mencontoh gaya hidup mewah, maka karyawan atau pegawai rendah pun ingin bisa memiliki kendaraan bermotor.

Akhirnya, mereka berupaya mencari uang dengan cara apa pun asal bisa memiliki kendaraan bermotor, dan inilah salah satu rintangan dalam mendidik Anak.

Pergaulan Terlalu Bebas

Rintangan Dalam Mendidik Anak dapat terjadi dari faktor pergaulan bebas.

Pendidikan (nilai) apa pun tidak mudah di tanamkan ke dalam pribadi anak didik, karena banyak faktor yang memengaruhinya, baik faktor penunjang maupun faktor penghambat.

Sebagai contoh, ada seorang anak yang di dalam rumah mendapat pendidikan yang baik karena kebetulan bapak-ibunya adalah seorang guru misalkan.

Akan tetapi, di luar rumah ia mempunyai kawan yang nakal, yang sering mengajaknya main judi dan melihat film porno.

Seandainya mereka menang dalam berjudi, mereka akan membawa hasil perjudian tersebut untuk bersenang-senang ke tempat penjualan minum minuman keras.

Nah ketika Bapak dan ibu tidak mengetahui perilaku anaknya yang sesungguhnya, maka ini juga mampu mempengaruhi perilaku serta ahlak anak.

Menentukan Sekolah

Keberhasilan mendidik anak tidak dapat melimpahkan tanggungjawab pada pendidikan formal di sekolah saja, namun di harapkan adanya sinkronisasi dengan pendidikan di luar sekolah, yaitu pendidikan dalam keiuarga (informal) dan masyarakat (nonformal).

Atau bisa menentukan sekolah yang memberikan pendidikan keduanya, baik pendidikan secara formal dan pendidikan agama sepenuhnya.

Saat ini banyak sekolah-sekolah berbasis islam yang bisa bapak ibu incar untuk menitipkan anak mulai dari sekolah tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah tingkat atas.

Bapak ibu yang dirahmati Allah Subhaanahu wa ta’ala, Pengaruh faktor luar sekolah terhadap pendidikan ini merupakan masalah yang sangat serius pada dewasa ini.

Misalnya, para siswa di sekolah dididik menjadi anak yang jujur, tetapi kenyataan dalam setelah pulang dan bersatu ke masyarakat, mereka menjumpai perilaku suap-menyuap, korupsi, pungli, dan lainnya.

Di sekolah mereka di didik sesuai syariat islam dengan berbusana sopan dan menjauhi minuman keras, tetapi dalam tayangan televisi, smartphone dan lainnya mereka di suguhkan tontonan yang tidak baik.

Atau seringnya mereka melihat turis dari negara asing yang datang ke Indonesia banyak yang berpakaian mempertontonkan aurat dan minum-minuman keras merupakan kebiasaan mereka sehari-hari dan ini juga tidak baik untuk perkembangan anak.

Membangun Koneksi Emosional

Membangun koneksi emosional yang kuat antara orang tua dan anak sangat penting dalam pendidikan anak. Dengan menghabiskan waktu bersama, bermain, dan berbicara secara terbuka, kita dapat memperkuat hubungan emosional dengan anak kita. Hal ini akan membantu mereka merasa aman dan didukung dalam proses belajar dan tumbuh kembang mereka.

Baca juga: Pelajaran Keteladanan Para Pahlawan

Batasan Penggunaan Teknologi

Kehadiran teknologi dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi rintangan dalam pendidikan anak.

  • Penting untuk menetapkan batasan yang jelas terkait penggunaan teknologi, termasuk waktu yang di habiskan untuk media sosial, permainan video, dan televisi. Batasan ini akan membantu anak fokus pada pembelajaran dan aktivitas yang lebih produktif.
  • Jika kita simak di media sosial sekarang, cara seseorang menyampaikan pendapat, kritik, dan saran yang di lakukan dengan cara yang kurang terpuji, kotor, kasar, dan nista, saling menjatuhkan, mencemarkan, membeberkan aib, tidak sopan dan lain sebagainya.

Ini adalah faktor atau akibat kemajuan teknologi yang belum seimbang dengan pendidikan ahlak, belum seimbang dengan pendidikan agama yang ada di negara kita.

Oleh karena itu, kita semua sebagai orang tua, wajib memberikan tuntunan sesuai dengan yang dianjurkan dalam agama islam.

Mengintegrasikan Teknologi dalam Pendidikan Anak

Di sisi lain, teknologi juga dapat menjadi alat yang bermanfaat dalam mendidik anak. Dengan memilih aplikasi, program, atau sumber belajar yang tepat, kita dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengalaman belajar anak. Penggunaan teknologi yang bijak dan terarah akan membantu anak memperoleh pengetahuan dan keterampilan dengan cara yang lebih menarik dan interaktif.

Rintangan Tuntutan Sosial

Menghadapi Peer Pressure

Tuntutan sosial dari teman sebaya (peer pressure) dapat menjadi rintangan dalam pendidikan anak. Anak mungkin merasa tertekan untuk mengikuti tren atau norma kelompok, bahkan jika itu bertentangan dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh orang tua. Penting untuk membantu anak mengembangkan kepercayaan diri dan kebebasan untuk mengambil keputusan yang baik berdasarkan nilai-nilai yang benar.

Membangun Nilai-nilai yang Kuat

Memperkenalkan dan membangun nilai-nilai yang kuat kepada anak sangat penting dalam menghadapi tuntutan sosial. Dengan memberikan contoh yang baik kita sudah melalui fase Rintangan Dalam Mendidik Anak.

Kesimpulan

Sebagai manusia kita wajib menjalankan risalah, memberikan contoh yang baik dan benar sesuai syariat islam dan menjauhi segala larangan Allah.

Awasi pergaulan anak-anak kita semua, berikan kasih sayang yang cukup untuk mereka. Kemudian Berikan anak pendidikan yang cukup, baik pendidikan formal maupun pendidikan agama.

Masukan mereka ke Sekolah Islam, Pondok Pesantren dan bantu lembaga pendidikan agar mereka mampu dan maksimal mendidik anak di sekolah.

Untuk Orang Tua, kurangilah bermain media sosial, karena kehidupan nyata itu sangat membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Jika ada Luang Waktu, pergunakan waktu bapak ibu untuk membaca buku-buku tentang Fiqih Sunnah, Membaca Al-Quran, Menghafal Al-quran supaya perlahan-lahan bapak ibu melupakan kegiatan media sosial dan mengurangi ghibah disana.

Semoga kita semua di berikan kemudahan untuk selalu berbuat kebaikan.